Pages

Jumat, 13 Agustus 2010

Recursive Search and Replace

Perl Oneliner: Recursive Search and Replace

If you’ve used Perl at all you are probably familiar with the simple oneliner to do a search and replace on a given string:
perl -p -i -e 's/oldstring/newstring/g' *
This will replace all occurrences of oldstring with newstring in all of the files in your current directory. Being able to do this quickly and easily is absolutely awesome, but what if you want to do this recursively across the current directory and all directories below that? I’m sure that there are plenty of ways to do this, the one below is the method that seems the easiest:
perl -p -i -e 's/oldstring/newstring/g' `find ./ -name *.html`
If you wanted to be more precise you could replace find with grep and only perform the search and replace on files that you know already contain oldstring, like this:
perl -p -i -e 's/oldstring/newstring/g' `grep -ril oldstring *`
This is one of those things that I don’t have to do very often, but when I do, this Perl oneliner is a real life saver.

Sumber 

KOTAK KOREK API

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang. Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.Ia mulai berpikir, “Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini.” Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, “Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!”Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.
Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda. Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, “Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok.” Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.
Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.
Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan “gagu” dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi “raja” komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia.
Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.
Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.
Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.
BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !
Semoga dapat memacu kita untuk berkarya dimanapun …..

Rabu, 11 Agustus 2010

KIAT MEMILIH BISNIS MLM

Multi Level Marketing atau MLM belakangan ini memang banyak dijadikan sebagai salah satu alternatif  dalam mencari penghasilan tambahan. Apakah anda salah satunya? Intip kiat ini untuk panduan Anda berbisnis!

Banyak ibu rumah tangga yang memanfaatkan waktu luangnya di rumah untuk berbisnis MLM. Bahkan ada lho, yang menjadikan bisnis MLM sebagai penghasilan utamanya. Namun, semua itu bisa terjadi jika sudah sukses pada level tertentu dari jaringan MLM yang diikuti.

Sebenarnya MLM itu apa sih? MLM adalah sebuah bisnis pemasaran atas suatu produk yang dilakukan melalui banyak tingkatan atau level, yang sering disebut dengan up-line (tingkat atas) dan down-line (tingkat bawah). Gampangnya sih, sistem pemasaran dan penjualan atas suatu produk dengan menggunakan sistem jaringan atau networking. Up-line diharuskan untuk mencari down-line sebanyak-banyaknya agar mendapatkan bonus yang berlipat.

Di Indonesia, bisnis MLM makin berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun yang menunjukkan bisnis ini mempunyai prospek yang cukup cerah di Indonesia. Alasannya, makin berkembangnya naluri wirausaha saat ini membuat orang berlomba-lomba bekerja keras untuk masa depan yang lebih baik. Kemudian budaya persahabatan dan networking di Indonesia memungkinkan bisnis MLM yang tumbuh dari jaringan dapat berkembang pesat. Faktor pendukung lain di tengah jumlah pengangguran di Indonesia yang semakin membengkak, bisnis MLM ini bisa menjadi solusi karena mampu menciptakan kesempatan kerja yang luas.

Uniknya, bisnis MLM tidak seperti bisnis lainnya yang membutuhkan modal yang besar dan kemampuan yang tinggi. Setiap orang dari latar belakang apa pun dapat menjalankan bisnis ini. Karena suatu manajemen yang mengelola MLM biasanya akan memberikan tambahan pengetahuan bagi anggotanya, baik itu berupa seminar, maupun pelatihan langsung mengenai teknik-teknik pemasaran untuk menjalankan bisnis tersebut.

Lalu perusahaan MLM yang manakah yang sebaiknya kita pilih? Berikut tips khusus untuk Anda :

1. Perusahaan MLM yang dipilih sebaiknya yang tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia). APLI adalah sebuah asosiasi yang mewadahi berbagai perusahaan MLM. Belum bakunya aturan hukum di Indonesia dalam mengatur penjualan langsung juga mendorong kebutuhan di antara perusahaan MLM menciptakan bersama aturan dan kode etik yang disepakati bersama. Perusahaan yang ingin bergabung dengan APLI harus memenuhi sejumlah persyaratan dan mendapat sertifikasi.

Mereka yang yang menjadi anggota APLI hanyalah perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi syarat sebagai perusahaan penjual langsung. Karena itulah, lewat APLI, kita juga bisa mengenali mana perusahaan yang MLM dan yang bukan. Maklum, saat ini juga ada banyak perusahaan yang bukan MLM, tetapi ikut mengaku-aku sebagai MLM untuk menarik dana dari masyarakat. Hati-hati lho akan hal ini.

2. Bila Anda ingin memiliki pelanggan tetap, maka pilihlah perusahaan yang tidak hanya menawarkan barang dan jasa yang seragam, tetapi pilihlah yang memiliki aneka ragam barang dan jasa untuk ditawarkan; dan yang terpenting, memiliki jaminan atas kualitas barang dan jasa yang dijualnya agar bisa ditukar apabila tidak sesuai dengan kualitas yang sebenarnya.

3. Pilihlah perusahaan yang para distributornya memiliki sistem keberhasilan untuk bisa sukses, di mana sistem tersebut sebaiknya harus sudah teruji dan terbukti mampu mencetak banyak orang menjadi berhasil. Idealnya, sistem tersebut hendaknya bisa dijalankan oleh orang dari berbagai macam latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali. Sistem yang baik biasanya juga menyediakan alat-alat bantu usaha, seperti buku-buku kepribadian, kaset-kaset yang memberikan motivasi dan teknik, serta pertemuan-pertemuan yang bisa dihadiri. Jika ada perusahaan MLM yang menawarkan janji manis hasil besar tanpa harus kerja keras, sebaiknya Anda tinggalkan saja.

4. Nah yang terakhir, untuk menunjukkan suatu perusahaan MLM bonafide atau tidak adalah minimal dengan melihat apakah perusahaan tersebut diterima secara nasional sistem bisnisnya. Biasanya, mereka juga akan mengutarakan visi-misinya bagi kesejahteraan perusahaan dan jaringan distributornya.

Dengan demikan, harapan saya, penjelasan di atas dapat dijadikan acuan bagi Anda yang berminat untuk menjadikan bisnis MLM sebagai sarana untuk mencari penghasilan tambahan. Sebagai tambahan, kunci kesuksesan bisnis MLM adalah konsisten karena bisnis MLM dibangun dengan jaringan, dan jaringan itu hanya akan terbangun jika terus-menerus dibentuk. Jika Anda tinggalkan di tengah jalan, mungkin Anda harus mulai dari awal lagi untuk membangunnya kembali.

Jumat, 06 Agustus 2010

CARGO BANDUNG HONGKONG

kiriman ke hongkong via indo express cabang bandung 3.

Alamat :
Jalan Raya Laswi - Komplek Pondok Pasir Endah 3 Blok B No.1
Manggahang Baleendah Kab. Bandung 40375    

phone :
0812 2429 8848 - 0812 9484 7262


Selasa, 03 Agustus 2010

Hidup untuk memberi

Sebagai makhluk hidup yang punya keterbatasan umur, setiap manusia normal yang berpikirian sehat akan berusaha meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, terutama keluarganya sendiri. Ada yang meninggalkan warisan berupa harta yang tak akan habis selama tujuh turunan. Ada juga yang mewariskan bekal ilmu pengetahuan dengan bantuan pendidikan yang setinggi-tingginya. Sebab riwayat hidup manusia memang punya keterbatasan dalam hal waktu dan ruang.
Keterbatasan itu pula yang membuat manusia selalu bertanya tentang asal usul dan akhir kehidupan. Benarkah hanya saat ini saja kita hidup? Ataukah kita sebelumnya pernah hidup di alam lain? Atau benarkah saat kita mati nanti, riwayat kita memang benar-benar berakhir sampai di situ saja? Pertanyaan-pertanyaan serupa masih terus menggelitik alam pikiran manusia. Tentu saja, jawabannya kadang absurd. Jangankan untuk mengetahui kenyataan di luar hidup kita saat ini, bahkan mengetahui posisi kita dalam alam semesta yang luas ini pun kita belum mampu. Bukankah kita hanya bagian kecil saja dari semesta luas yang batasnya pun belum pernah terdeteksi?
Begitu juga Jaan Olav, seorang dokter yang sedang mengidap penyakit yang membuatnya tak bisa hidup berumur panjang. Sebagai dokter, tak sulit baginya untuk mengetahui bahwa sakit yang dideritanya sangat parah dan ia hanya punya kesempatan hidup enam bulan saja. Maka selama enam bulan terakhir dalam hidupnya, ia menuliskan surat untuk Georg Roed, anaknya yang masih 3,5 tahun. Kesedihan terbesarnya adalah menyadari bahwa ia tak akan melihat anaknya tumbuh besar. Ia tahu, kalau hanya harta benda yang diwariskan, maka itu semua tak akan berumur panjang. Maka ia wariskan pandangannya mengenai kehidupan ini pada anaknya lewat sebuah surat panjang.
Itu bukan surat biasa. Itu adalah kisah hidup Jan Olav sendiri, lengkap dengan pergulatan pikiran dan perasaan yang berkecamuk di dadanya. Jan Olav, yang terperangkap dalam tubuh manusia, lemah dan tak mampu menentang datangnya kematian, mungkn sedikit protes pada kehidupan ini. Kalau pada akhirnya kita hanya mati, adakah kita perlu melanjutkan kehidupan? Pertanyaan itu dijawab dengan menulis surat untuk Georg anaknya yang saat itu belum dewasa.
Tapi tidak seperti surat wasiat biasa, ia malah menuliskan kisah tentang Gadis Jeruk, sebuah julukan bagi seorang gadis yang terlihat kali pertama saat membawa sekantung jeruk. Pertemuan pertama Jan Olav dengan Gadis Jeruk di sebuah trem membuka petualangan yang seru dan memikat dan mendominasi seluruh penuturan di buku ini. Sebagai kisah romantis, gaya penulisan buku ini mampu menjalin tema besar yang biasa diusung Jostein G dengan rapi. Pertanyaan-pertanyaan tentang Teleskop Hubble sekilas hanya sebagai pelengkap dan seolah kebetulan. Tapi bukankah kebetulan dalam kisah fiksi adalah kesengajaan yang dibuat oleh pengarang? Maka keberadaan teleskop raksasa yang diharapkan mampu mengetahui asal-usul jagat raya bukanlah hiasan pelengkap belaka. Namun merupakan instrumen yang sengaja dipasang untuk menggiring pembaca agar sampai pada tema besar yang dibawa Gardner.
Secara keseluruhan, kisah perburuan Gadis Jeruk oleh Jan Olav, yang disusun menjadi surat dan terbaca setelah belasan tahun kemudian, sangatlah memikat. Kita bisa saja membacanya hanya sebagai kisah romantis sepasang kekasih, tanpa harus terbebani dengan pertanyaan-pertanyaan filosofis dari penulis. Terbukti, beberapa pembaca, dilihat dari review dan tinjauan buku yang ditulis di berbagai media, hanya membacanya sebatas kisah asmara romantis saja. Padahal, kandungan buku ini cukup berat. Tapi kepiawaian Jastein membungkus tema besar ini menjadikan buku ini terasa tipis bagi pembaca yang penasaran dengan akhir kisah asmara Jan Olav dengan Gadis Jeruk.