VIVAnews - Hari ini, Kamis 7 Oktober 2010, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk akan mencatatkan saham perdana (listing) dan mengawali transaksi efeknya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) beberapa waktu lalu, Indofood CBP menawarkan sebanyak-banyaknya 1,16 miliar saham pada harga Rp5.395 per unit. Target dana yang dipatok Rp6,29 triliun.
Banyak masyarakat awam bertanya-tanya, perusahaan apakah Indofood CBP Sukses Makmur itu? Apa bisnisnya? Dan apa pula kaitannya dengan Indofood Sukses Makmur yang ngetop dengan produk mi instannya tersebut?
Indofood CBP Sukses Makmur adalah anak perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang menerima penggabungan empat perusahaan di bawah kerajaan bisnis Salim Group.
Empat perusahaan itu adalah PT Indosentra Pelangi, PT Gizindo Primanusantara, PT Indobiskuit Mandiri Makmur, dan PT Ciptakemas Abadi. Proses penggabungan empat perusahaan itu mulai dilakukan sejak September 2009 dan tuntas 17 Maret 2010.
Perusahaan-perusahaan yang bergabung tersebut bubar demi hukum, tanpa dilakukan likuidasi lebih dahulu. Penggabungan perusahaan ke dalam Indofood CBP itu dilakukan melalui metode penyatuan kepentingan (pooling of interest) sesuai standar akuntasi keuangan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Tujuan penggabungan di antaranya adalah untuk menjadikan perusahaan sebagai produsen produk konsumen bermerek yang terintegrasi, sehingga dapat diperoleh biaya produksi atau operasional yang lebih rendah.
Selain itu, merger untuk meningkatkan daya saing dengan tercapainya sinergi dalam proses produksi dan pemasaran. Penggabungan juga untuk memperoleh struktur keuangan yang lebih kuat, sehingga dapat mendukung pengembangan usaha perseroan.
Susunan pemegang saham perusahaan hasil merger adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang memiliki sebanyak 466.476.177 saham dan PT Prima Intipangan Sejati sebanyak satu saham.
Selain menggabungkan empat perusahaan produsen produk konsumen bermerek, Indofood Sukses Makmur juga telah menjual dan mengalihkan seluruh saham dan pinjaman yang dimilikinya pada tiga anak perusahaan kepada Indofood CBP Sukses Makmur.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indofood Sukses Makmur, Werianty Setiawan, dalam penjelasan tertulis perseroan beberapa waktu lalu mengatakan, saham dan pinjaman anak usaha yang dialihkan itu adalah 1,2 juta saham atau setara 60 persen saham yang dikeluarkan PT Surya Rengo Containers senilai US$14,32 juta.
Selain itu, perseroan mengalihkan 25 ribu saham atau setara 50 persen di PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia senilai Rp 25 miliar.
Indofood juga mengalihkan 3,49 juta saham yang merupakan 100 persen saham di Indofood (M) Food Industries Sdn Bhd senilai Rp9,8 miliar, dan pinjaman yang diberikan pemegang saham sebesar US$2,5 juta.
"Dengan demikian, terhitung sejak 6 Januari 2010, Surya Rengo, Nestle Indofood, dan Indofood (M) menjadi anak usaha langsung Indofood CBP dan anak perusahaan tidak langsung perseroan," kata dia.
Perseroan juga telah menjual 29,15 juta saham yang merupakan 51 persen dari total saham yang dikeluarkan PT Indofood Fritolay Makmur senilai Rp106,39 miliar.
Selanjutnya, Indofood juga menjual 320 juta saham yang merupakan 100 persen dari total saham yang dikeluarkan Drayton Pte Ltd senilai Rp2,73 triliun. Selain itu, perseroan telah mengalihkan obligasi konversi yang diterbitkan Drayton senilai Rp1,09 triliun.
Aksi korporasi itu merampungkan seluruh proses restrukturisasi internal yang dimulai sejak September 2009.
Dengan tuntasnya restrukturisasi internal itu, maka saham-saham perseroan yang dialihkan kepada Indofood CBP adalah:
1. Saham di PT Indofood Fritolay Makmur sebesar 51 persen.
2. Saham di Drayton Pte Ltd (100 persen), yang memiliki secara tidak langsung sebesar 68,57 persen PT Indolakto, dan obligasi konversi Drayton Rp1,09 triliun.
3. Saham di PT Surya Rengo Containers (60 persen).
4. Saham di PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia (50 persen).
5. Saham di Indofood (M) Food Industries Sdn Bhd (IMFI) sebesar 100 persen dan pinjaman tanpa bunga per 30 September 2009 sebesar US$3,09 juta yang diperoleh IMFI dari Indofood.
Berikut ini adalah profil singkat empat perusahaan sebelum digabung ke dalam Indofood CBP Sukses Makmur.
1. PT Indosentra Pelangi
Perusahaan yang memproduksi penyedap makanan itu mengawali operasi komersial pada 1991 di Cibitung, Jawa Barat. Aset perusahaan pada 2008 mencapai Rp232,2 miliar, sebelum meningkat menjadi Rp302,2 miliar pada 2009.
2. PT Gizindo Primanusantara
Perusahaan yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat itu memulai operasi komersial pada 1989. Produsen makanan bayi itu memiliki aset Rp280,1 miliar pada 2008 dan Rp337,2 miliar (2009).
3. PT Indobiskuit Mandiri Makmur
Perusahaan yang memproduksi biskuit itu berlokasi di Purwakarta. Operasi komersial dimulai pada 2005. Aset perusahaan sebesar Rp95,5 miliar pada 2008 dan Rp106,4 miliar (2009).
4. PT Ciptakemas Abadi
Perusahaan dengan aset Rp741,2 miliar pada 2008 dan Rp752,1 miliar (2009) itu berlokasi di Tangerang, Jawa Barat. Operasi komersial perusahaan dimulai pada 1991.
Kini, empat perusahaan hasil penggabungan ke dalam Indofood CBP itu memiliki modal dasar Rp750 miliar, yang terdiri atas 750 juta saham dengan nilai nominal Rp1.000 per saham. Modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp466,47 miliar. (sj)
• VIVAnews

0 comments:
Posting Komentar